Cerita Tanpa Judul : Senang Bertahan Dengan Rasa Sakit

Seorang anak kecil terlihat sedang dipaksa dunia untuk terus merangkak, dan membiarkan dirinya berjalan sendirian saat semua anak kecil di tuntun dengan baik. Ia berusaha sekuat tenaga untuk tetap berdiri tegak, meski tanpa topangan. Menyulitkan berjalan sendirian. Sampai pada titik, ingin hidup sendiri selamanya tanpa satu pun orang disisinya -begitu pikiran anak kecil kala itu-

Waktu berganti, sang anak kecil tumbuh dewasa, kemudian ia berpikir lagi bagaimana bisa manusia mencintai lawan jenisnya dengan mudah? Ia pun pernah merasakan hal itu, namun sayangnya cinta kasih yang ia berikan tak dapat perlakuan baik dari lawannya, hingga pada akhirnya anak kecil yang perlahan menjadi  dewasa itu merasa bahwa cinta memang tak pantas untuk dirinya.

Kalimat “Aku tak pantas dicintai” mulai menjadi bahan pikirannya. Padahal sudah banyak manusia dewasa yang datang dalam kehidupannya, namun saat ia memutuskan untuk bersama mengikat hubungan selalu kecewa yang hinggap dalam dirinya. Hingga akhirnya ia memutuskan untuk memilih hidup sendiri selamanya. Meski nanti rumah impiannya hanya ia yang menempati tanpa keramaian dan tangisan anak kecil, namun ia percaya bahwa dunia yang nanti ia jalani tak akan seperti yang dikatakan orang-orang. Ia akan mengabdikan hidupnya pada hal-hal menyenangkan yang menurutnya dapat membawanya pada ‘surga dunia’.

Memang tak ada yang ingin sendirian didunia ini baik sebentar maupun selamanya, namun apa jadinya jika cinta kasih yang kita terima tak dapat timbal balik yang baik?. Manusia memiliki memori tajam terhadap hal-hal yang ia alami selama hidupnya, apalagi memori seorang anak kecil yang terus meradang dan menggerogoti pikirannya, hingga menjadi luka yang perlahan mulai menginfeksi.

Begitulah manusia. Senang bertahan dengan rasa sakitnya.

 

-nnr

 

Komentar