Kehilanganmu, Kasihku

Pada hari dimana kau ikrarkan kehilanganmu, tidak bisa ku pungkiri bahwa aku marah pada semesta, karena telah membawamu. 
Kasih, dengarlah!
Ucapanku kala itu hanya kebohongan. Aku tak suka berjalan sendirian, sayang. Jahatnya kau mengabulkan perkataanku.

Kini aku terasingkan, berjalan sendirian, dan tak ada lagi kenangan indah yang dapat aku gambarkan pada buku diary. Mirisnya lagi, duri ditangkai ini terus aku genggam erat, padahal aku tahu bahwa tanganku tak cukup kuat untuk menggenggamnya. Meski nestapa terus ku terima, bukan berarti aku rela dengan kepergianmu. 

Percayalah, luka yang tak kalian lihat ini terus meradang dan menginfeksi tubuh ini hingga mati. Perlahan aku mati bersama luka dan bayanganmu, kasih. 
Aku telah kehilanganmu.

Komentar

Postingan Populer