Cinta Semu

(Cinta tidak lagi menjadi 'segalanya' bagi mereka yang telah 'mati rasa')

Memori itu terulang lagi, saat kaki ini melangkah menuju tempat persinggahanmu. Aku teringat tempat ini, karena disinilah aku memulai cinta semu yang selalu aku puja-puja. Dan disini pula semua rasaku habis hanya untukmu. 

Kala itu, aku masih sangat naif perihal cinta, hingga akhirnya aku mulai memberanikan diri untuk jatuh cinta padamu. Tanpa sadar, kau tak melafalkan kata cinta di dalam setiap tutur kata yang kau ucap. 

Sialnya rasa itu terus berlanjut hingga perlahan mengikis seluruh perasaan yang aku miliki. Bolehkah aku menyalahkanmu atas apa yang sudah terjadi? Atau itu salahku yang mudah jatuh pada pesonamu? Bagaimana ini, aku tertipu oleh kata manismu. Sayang, lelucon macam apa itu?

Sepertinya kau mana peduli soal itu. Kau mana peduli soal aku yang tak lagi jatuh cinta hanya karena rasaku habis untukmu. Kau mana tahu, jika seluruh hidup dan waktuku hanya menyoal dirimu dan dirimu. Memang sepertinya aku yang salah karena terlalu percaya diri akan rasa cinta itu. Mungkin, aku pun salah telah menilaimu akan membalas seluruh cinta yang telah aku tawarkan. Padahal, kau mana peduli akan hal itu. 

Selamat tuan, kau telah berhasil membuat cinta tak lagi menjadi segalanya bagi seorang wanita yang dulu selalu mengagungkan cinta diatas kehidupannya. Terima kasih. 

-nnr

Komentar

Postingan Populer