Lekas Pulih : Cinta adalah penderitaan

"Cinta hanya akan membuatmu menderita ," ungkap Sang Putri.

Sepertinya dunia telah membalikkan hati tulusnya menjadi seorang pembenci. Perasaan yang selalu unggul mengalahkan logika, kini berbalik menjadi sebaliknya. Cinta tak lagi segalanya. Baginya, cinta hanya lah rasa sakit, tak ada kebahagiaan di dalamnya. Sang putri menganggap cinta hanya perasaan sesaat yang dapat menipu mereka. Sebuah kebohongan itu adalah cinta.

----------

"Tak ada lagi cinta di hati ini," ucap Sang Putri pada pertengahan bulan November.

Kala hujan mulai membasahi bumi, rasa itu datang pada setiap tetes air yang jatuh. Riuh yang ada di kepalanya semakin memperburuk dirinya. Tak ada yang dapat menenangkan. Ia benci perasaan ini. Ia benci  dengan sosok pria yang selalu datang memberikan bunga mawar hitam di akhir pekan. Sang Putri selalu meratapi dirinya dengan tangis yang penuh dengan penderitaan.

Seperti ada tekanan dalam jiwa, namun mangkir untuk menyadari. Begitu lah dirinya meratapi nasib. Cinta tak lagi menenangkan, cinta tak lagi jadi sumber kebahagiaan, cinta hanya menjadikannya boneka hidup yang terlena dengan kata-kata manis. Cinta adalah kebodohan.

Di balik semua tangisnya, ada cerita tak menyenangkan yang kini telah mengganggu jiwanya. Sosok Pria yang ia temui dua tahun lalu telah menjadikan perasaannya tak karuan. Pria itu pandai menghancurkan perasaan Sang Putri. Kebenciannya terhadap kehilangan, membuat Pria itu semakin menjadi-jadi. Baginya, kehilangan adalah hal pertama yang perlu dihilangkan dari muka bumi ini. Pria itu naif dengan perasaannya. Pria itu hanya bisa memohon, saat Sang Putri tak memberikan pengampunannya. Pria itu terus memohon dan memohon, namun Sang Putri tetap pada pendiriannya untuk berjalan jauh dari kehidupan Pria itu. Sungguh malang nasibnya.

Sejak saat itu, Sang Putri tak lagi haus akan kasih sayang. Cinta telah merubah perilaku Sang Putri. Trauma yang ia dapatkan tak akan mudah disembuhkan. Pengkhianatan pada orang terdekat hanya akan menjadi ingatan abadi bagi Sang Putri. Ia tersenyum pada dirinya, mengasihani dirinya dan berkata,

“Manusia itu dinamis, dan manusia itu egois. Jatuh cinta pada manusia hanya akan membuatmu menderita. Jangan membuatmu mengasihani dirimu sendiri, berdamai lah jika sanggup. Jika tidak, ingat lah satu hal, dirimu hanya milikmu, hidupmu tak akan bergantung pada apapun dan siapapun.”

 

 

Komentar

Postingan Populer